Tampilkan postingan dengan label Cerita Seks selingkuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Seks selingkuh. Tampilkan semua postingan
Ngentot Ibu Pacarku Dan Tantenya
Label:
Cerita Seks selingkuh
Antara Ibu Pacarku Dan Tantenya - Namaku Donny, umur 18 tahun, wajahku cukup tampan dan tubuh atletis
karena aku memang suka olah raga, tinggi 175 cm. Aku dilahirkan dari
keluarga yang mampu. Tapi Aku merasa kesepian karena kakak perempuanku
kuliah di Amsterdam, sedang kedua orang tuaku menetap di Bali mengurusi
perusahaannya di bidang garment, mereka pulang sebulan sekali.
![]() |
Pria Nakal Sumatera |
Saat
ini aku kelas II SMU swasta di kota Surabaya. Perkenalanku dengan
pacarku, Shinta setahun yang lalu. Di sekolah kami, dia memang
kembangnya kelas II IPS, banyak cowok yang naksir padanya tapi dengan
sedikit kelebihanku dalam merayu cewek, maka aku berhasil menggaetnya.
Sebenarnya dia termasuk type cewek yang pendiam dan tongkrongannya
biasanya di perpustakaan, karena itu dia sering dapat rangking kelas.
Keluarga
Shinta termasuk keluarga yang kaya. Ayahnya, Pak Har berumur 54 tahun
masuk jajaran anggota DPRD sedang ibunya, Bu Har yang nama aslinya
Mustika berumur 38 tahun, orangnya cantik, tingginya sekitar 164 cm,
kulitnya putih, dia asli Menado, rambutnya sebahu, orangnya ramah dan
berwibawa. Kesibukannya hanya di rumah, ditemani oleh tantenya Shinta
yaitu Tante Merry, berumur 30 tahun, orangnya seksi sekali seperti
penyanyi dangdut Baby Ayu, tingginya 166 cm. Dia baru menikah 3 tahun
yang lalu dan belum mempunyai anak, sedang suaminya Om Nanto adalah
pelaut yang pulang hampir 3 bulan sekali.
Dalam
masa pacaran boleh dibilang aku kurang pemberani karena memang Shinta
orangnya selalu memegang prinsip untuk menjaga kehormatan karena dia
anak tunggal. Dia hanya mengijinkan aku untuk mencium pipi saja, itu
juga kalau malam minggu.
Sebenarnya
aku bukanlah orang yang alim, karena kawan-kawanku Andi, Dito dan Roy
terkenal gank-nya Playboy dan suka booking cewek, maka sebagai
pelampiasanku karena pacarku orangnya alim aku sering mencari kesenangan
di luar bersama teman-temanku, rata-rata dari kami adalah anak orang
gedean, jadi uang bagi kami bukanlah soal, yang penting happy.
Suatu
hari, tepatnya minggu sore kami berempat pergi ke Tretes dan
rencananya akan menyewa hotel dan booking cewek. Sesampainya di sebuah
hotel, kami segera ke receptionis, kami segera memesan 2 kamar, saat itu
aku hanya duduk di ruang tunggu dan mengawasi Dito dan Andi yang
sedang memesan kamar.
Tiba-tiba
pandanganku jatuh pada perempuan setengah baya yang berkacamata hitam
di sebelah Dito yang sepertinya lebih dulu mau memesan kamar. Aku
seperti tak percaya, dia ternyata Tante Tika (Mustika) ibunya Shinta
dan yang bersamanya seorang pemuda yang aku sendiri tidak kenal. Mereka
kelihatan mesra sekali karena tangan pemuda itu tak mau lepas dari
pinggang Tante Tika. Timbul niatku untuk menyelidiki apa sebenarnya
tujuan Tante Tika datang ke hotel ini. Setelah mendapat kunci, mereka
kemudian melangkah pergi untuk menuju kamar yang dipesan. Lalu aku
menguntitnya diam-diam, pada Roy aku pamit mau ke Toilet. Ternyata
mereka menuju ke kamar Melati no.3 yaitu salah satu kamar VIP yang
dipunyai oleh Hotel itu.
Kemudian
aku balik lagi ke teman-temanku, akhirnya mereka mendapat kamar Mawar
no.6 dan 7 kebetulan lokasinya saling membelakangi dengan Kamar Melati,
dan dipisahkan oleh parkiran mobil. Tak lama kemudian, Roy dan Dito
pergi mencari cewek. Sambil menunggu mereka, aku iseng-iseng pergi ke
belakang kamar. Saat itu jam 18:00 sore hari mulai gelap. Kebetulan
sekali di Kamar Melati pada dinding belakang ada ventilasi udara yang
agak rendah. Dengan memanjat mobil Roy, aku bisa melihat apa yang
terjadi di dalam kamar itu. Ternyata Ibu pacarku yang di rumah kelihatan
alim dan berwibawa tak disangka selingkuh dengan pria lain yang
umurnya jauh lebih muda darinya. Keduanya dalam keadaan telanjang
bulat, posisi Tante Tika sedang menaiki pemuda itu sambil duduk,
kemaluan Tante Tika terlihat tertusuk oleh batang kejantanan pemuda
yang sedang terlentang itu. Aku jadi ikut horny melihat dua sosok tubuh
yang sedang bersetubuh itu. Wajah Tante Tika kelihatan merah dan
dipenuhi keringat yang membasahi kulitnya. Nafasnya terengah-engah
sambil menjerit-jerit kecil.
Tiba-tiba
gerakannya dipercepat, dia berpegangan ke belakang lalu dia menjerit
panjang, kelihatannya dia mendapat orgasmenya lalu badannya ambruk
menjatuhi tubuh pemuda itu. Kelihatannya pemuda itu belum puas lalu
mereka ganti posisi. Tante Tika berbaring di ranjang, kakinya di buka
lebar lututnya dilipat, dengan penuh nafsu pemuda itu menjilati liang
kewanitaan Tante Tika yang sudah basah penuh dengan cairan maninya. Ibu
pacarku itu mengerang-erang manja. Setelah puas dengan permainan
lidahnya, pemuda itu kembali mengarahkan batang kejantanannya ke bibir
kemaluan Tante Tika lalu dengan mudah, "Blueess.." Kejantanan pemuda
itu sudah amblas seluruhnya ke dalam lubang kemaluan Tante Tika. Aku
melihatnya semakin bernafsu sambil mengocok kemaluanku sendiri, aku
antusias sekali untuk menikmati permainan mereka. Pemuda itu terus
memompa batang kejantanannya keluar masuk lubang kemaluan Tante Tika
sambil tangannya meremas-remas payudara perempuan itu yang berukuran
lumayan besar, 36B. Pinggulnya bergoyang-goyang mengimbangi gerakan
pemuda itu.
Sekitar
6 menit kemudian pemuda itu mengejang, ditekannya dalam-dalam
pantatnya sambil melenguh dia keluar lebih dulu, sedang Tante Tika terus
menggoyangkan pinggulnya. Tak lama kemudian dijepitnya tubuh pemuda
itu dengan kakinya sambil tangannya mencengkeram punggung pemuda itu.
Kelihatannya dia mendapat orgasme lagi bersamaan dengan muncratnya mani
dari kemaluannya. Lalu kusudahi acaraku mengintip Tante Tika, Ibu
pacarku yang penuh wibawa dan aku sangat mengagumi kecantikannya
ternyata seorang Hiperseks. Ada catatan tersendiri dalam hatiku. Aku
sudah melihatnya telanjang bulat, hal itu membuat terbayang-bayang terus
saat dia merintih-rintih membuatku sangat bernafsu hingga timbul
keinginan untuk dapat menikmati tubuhnya. Paling tidak aku sekarang
punya kartu truf rahasianya.
Acaraku
dengan teman-teman berjalan lancar bahkan saat menyetubuhi cewek yang
bernama Ani dan Ivone justru aku membayangkan sedang menyetubuhi Tante
Tika hingga aku cepat sekali keluar. Aku hanya melakukan sekali pada
Ani dan dua kali pada Ivone, sedang teman-temanku melakukan sampai pagi
tak terhitung sudah berapa kali mereka mendapat orgasme. Aku sendiri
jadi malas untuk bersetubuh dengan mereka karena saat ini aku malah
terbayang-bayang dengan keindahan tubuh Tante Tika.
Jam
10 malam setelah berpakaian, aku keluar dari kamar. Kubiarkan ketiga
temanku mengerubuti kedua cewek itu. Kunyalakan rokok dan duduk di
teras kamar, rasanya udara di Tretes sangat dingin. Kembali kutengok
kamar melati no.3 dari ventilasi, kelihatan lampunya masih menyala
berarti mereka belum pulang, lalu kuintip lagi dari jendela ternyata
mereka sedang tidur saling berpelukan.
Tiba-tiba
aku ingat Tante Tika selalu bawa HP, aku sendiri juga kebetulan bawa
tapi aku ragu apakah HP-nya diaktifkan tapi akan kucoba saja. Begitu
ketemu nomernya lalu kutekan dial dan terdengar nada panggil di dalam
kamar itu. Tante Tika terbangun lalu buru-buru mengangkat HP-nya, dia
sempat melihat nomer yang masuk.
"Haloo.. ini Donny yaa, ada apa Doon..?" kata Tante Tika dari dalam kamar.
"Tante sedang di mana..?" tanyaku.
"Lhoo..
apa kamu nggak tanya Shinta, hari ini aku kan nginap di rumah neneknya
Shinta di Blitar, neneknya kan lagi sakit.." kata Tante Tika
beralasan.
"Sakit apa Tan.." tanyak berlagak pilon.
Dia
diam sejenak, "Ah nggak cuman jantungnya kambuh.. tapi sudah baikan
kok, besok juga saya pulang," katanya pintar bersandiwara.
"Memangnya kamu, ada perlu apa..?" tanya Tante Tika.
"Maaf Tante.. tapi.. Tante jangan marah yaa..!"
"Sudah katakan saja aku capek nih.. kalau mau ngomong, ngomong saja.. aku janji nggak akan marah," kata Tante Tika.
"Tante capek habis ngapain..?" tanyaku.
"E..e.. anuu tadi mijitin Neneknya Shinta.." katanya gugup.
"Bener Tante..? masak orang sakit jantung kok dipijitin, bukannya mijitin yang lain..?" kataku mulai berani.
"Kamu kok nggak percaya sih.. apa sih maksudmu..?"
"Sekali lagi maaf Tante, sebenarnya saya sudah tahu semuanya..?"
"T..tahu apa kamu?" dia mulai gelagapan.
"Bukannya
Tante sekarang berada di Tretes di Hotel **** (edited) di kamar melati
no.3 bersama orang yang bukan suami Tante," kataku.
"D..Doon, kamu dimanaa?" katanya bingung.
"Temui
saya di belakang kamar tante, di dalam mobil Civiv Putih sekarang..
kita bisa pecahkan masalah ini tanpa ada orang yang tahu," kataku
menantang.
"B..b.baik, saya segera ke sana.. tunggu lima menit lagi," katanya lemah.
Tak lama kemudian Tante Tika datang dengan hanya memakai piyama masuk ke mobil Roy.
"Malem Tante," sapaku ramah.
"Doon tolong yaa, kamu jangan buka rahasia ini.." katanya memohon.
"Jangan khawatir Tante kalau sama saya pasti aman, tapii.." aku bingung mau meneruskan.
Aku terus membayangkan tubuh seksi Tante Tika dalam keadaan telanjang bulat sedang merintih-rintih nikmat.
"Tapi..
apa Doon..?, ngoomong doong cepetan, jangan buat aku tengsin di sini..
tolong deh jaga nama baik Tante.. Tante baru dua kali begini kook..
itu jugaa.. Tante udah nggak tahaan lagii, bener lhoo kamu mau tutup
mulut.." katanya merajuk.
"Tunggu duluu.. emang sama Om, Tante nggak Puas..?" tanyaku.
"Sebenarnya
siih, Mas Har itu udah menuhin kewajibannya.. cuman sekarang dia kan
udah agak tua jadinya yaahh, kamu tahu sendiri kan gimana tenaganya
kalau orang sudah tua.. makanya kamu harus maklum, kalau kebutuhan yang
satu itu belum terpuaskan bisa gila sendiri aku.. kamu kan udah dewasa
masalah kayak gitu harusnya udah paham, paling tidak kamu sudah tahu
alasannya.. sekarang tolong Tante yaah, jaga rahasia Tante.. please!!"
katanya mengiba.
"Baik Tante, saya akan jaga rahasia ini, tapi tergantung.."
"Tergantung apa..?
"tergantung.. imbalannya.. trus yang buat tutup mulut apa dong, masak mulut saya dibiarin terbuka..?"
"Kamu minta uang berapa juta besok saya kasih," balas Tante Tika agak sombong.
"Papa
saya masih bisa kok ngasih uang berapapun, Emangnya uang bisa untuk
tutup mulut, lihat Tante," sambil aku keluarin uang 100 ribuan lalu
kutaruh di mulutku, kemudian uang itu jatuh ke lantai mobil.
"Tuhh, jatuhkan uangnya." kataku sambil ketawa kecil.
"Hihi..hi, kamu bisa apa aja becanda, terus kamu minta apa..?" tanya Tante Tika.
"Hubungan
pacaran saya sama Shinta kan udah lama tapi Dia cuman ngasih ciuman di
pipi saja, yang lainnya nggak boleh sama mamanya, sebenarnya saya
pengin ngerasain yang lainnya.." kataku.
"Gila kamu, anakku kan masih perawan, harus bisa jaga diri dong..!"
"Saya
kan laki-laki dewasa Tante, pasti juga kepingin ngerasain gituan,
gimana kalau selain ciuman dari Shinta saya belajarnya sama Tante Tika..
saja," tanyaku nakal.
"Wah kamu semakin kurang ajar saja, mulai besok kamu nggak boleh pacaran lagi sama anakku," ancamnya serius.
"Memangnya Tante pengin lihat berita di koran, Isteri anggota DPRD Jatim berselingkuh dengan gigolo," aku balik mengancam.
"Ett..
jangan dong, kamu kok gitu sih, aku cuman bercanda kok, kamu boleh kok
ngelanjutin hubungan kamu dengan Shinta, terus kalau mau diajarin
gituan.. ee.. Tante nggak keberatan kok, sekarang juga boleh," katanya,
akhirnya dia mengalah.
"Tante mau ML sama saya sekarang..?" tanyaku nggak percaya.
"Udahlah, ayo ke kamar Tante tapi.. biar pemuda itu kusuruh pulang dulu," katanya sambil melangkah pergi menuju kamarnya.
Malam
itu kulihat arlojiku sudah menunjukkan jam 23:00 WIB. Kulihat seorang
pemuda keluar dari kamar Tante Tika, aku segera masuk ke dalam kamar
itu. Kulihat Tante Tika sedang duduk di meja rias sambil menyisir
rambutnya menghadap ke cermin.
"Nggak usah berdandan Tante, udah cantik kok.." kataku memuji kecantikannya.
"Emang Tante masih cantik..?" tanyanya.
"Buat apa saya bohong, sudah lama saya mengagumi kecantikan Tante, juga tubuh Tante yang masih seksi," jawabku.
"Benarkah kamu mengagumi Tante..?"
"Malah saya sering ngebayangin gimana yahh rasanya ngentot sama Tante Tika, pasti enak." kataku merayunya.
"Ya
udah nggak usah dibayangin, orangnya udah ada di depan kamu kok, siap
melayani kamu," katanya sambil berdiri dan berjalan ke arahku.
Lalu
dengan kasar dibukanya reitsleting celanaku dan dilepasnya celanaku ke
bawah juga celana dalamku hingga sampai lutut. "Waawww.. besar sekali
punya kamu Don?" serunya, lalu secepat kilat tangannya menggenggam
kemaluanku yang ukuran panjangnya 15 cm tapi diameternya kira-kira 3,7
cm kemudian mengelus-elusnya dengan penuh nafsu. Akupun semakin
bernafsu, piyamanya kutarik ke bawah dan woowww.., kedua buah dada itu
membuat mataku benar-benar jelalatan. "Mm.. kamu sudah mulai pintar,
Don. Tante mau kamu.." belum lagi kalimat Tante Tika habis aku sudah
mengarahkan mulutku ke puncak bukit kembarnya dan, "Crupp.." sedotanku
langsung terdengar begitu bibirku mendarat di permukaan puting susunya.
"Aahh.. Donny, oohh.. sedoot teruus aahh.." tangannya semakin
mengeraskan genggamannya pada batang kejantananku, celanaku sejak tadi
dipelorotnya ke bawah. Sesekali kulirik ke atas sambil terus menikmati
puting susunya satu persatu. Tante Tika tampak tenang sambil tersenyum
melihat tingkahku yang seperti monyet kecil menetek pada induknya. Jelas
Tante Tika sudah berpengalaman sekali. Batang kejantananku tak lagi
hanya diremasnya, ia mulai mengocok-ngocoknya. Sebelah lagi tangannya
menekan-nekan kepalaku ke arah dadanya.
"Buka
bajumu dulu, Don.." ia menarik baju kaos yang kukenakan, aku melepas
sedotanku pada puting buah dadanya, lalu celanaku dilepaskannya. Ia
sejenak berdiri dan melepas piyamanya, kini aku dapat melihat tubuh
Tante Tika yang bahenol itu dengan jelas. Buah dada besar itu tegak
menantang. Dan bukit diantara kedua pangkal pahanya masih tertutup
celana dalam putih, bulu-bulu halus tampak merambat keluar dari arah
selangkangannya. Dengan agresif tanganku menjamah CD-nya, langsung
kutarik sampai lepas. Tante Tika langsung merebahkan tubuhnya di tempat
tidur. Aku langsung menindihnya, dadaku menempel pada kedua buah
payudaranya, kelembutan buah dada yang dulunya hanya ada dalam
khayalanku sekarang menempel ketat di dadaku. Bibir kamipun kini
bertemu, Tante Tika menyedot lidahku dengan lembut. "Uhh.." nikmatnya,
tanganku menyusup diantara dada kami, meraba-raba dan meremas kedua
belahan susunya yang besar itu.
"Hmm..
oohh.. Tante.. aahh.." kegelian bercampur nikmat saat Tante Tika
memadukan kecupannya di leherku sambil menggesekkan selangkangannya yang
basah itu pada batang kejantananku. Bibirku merayap ke arah dadanya,
bertumpu pada tangan yang kutekuk sambil berusaha meraih susunya dengan
bibirku. Lidahku mulai bekerja liar menjelajahi bukit kenyal itu senti
demi senti.
"Hmm..
pintar kamu Doon.. oohh.." Desahan Tante Tika mulai terdengar, meski
serak-serak tertahan nikmatnya jilatanku pada putingnya yang lancip.
"Sekarang kamu ke bawah lagi sayang.." Aku yang sudah terbawa nafsu
berat itu menurut saja, lidahku merambat cepat ke arah pahanya, Tante
Tika membukanya lebar dan semerbak aroma selangkangannya semakin
mengundang birahiku, aku jadi semakin gila. Kusibak bulu-bulu halus dan
lebat yang menutupi daerah kewanitaannya. Uhh, liang kewanitaan itu
tampak sudah becek dan sepertinya berdenyut. Aku ingat apa yang harus
kulakukan, lidahku menjulur lalu menjilati liang kewanitaan Tante Tika.
"Ooohh, yaahh.. enaak, Doon, Hebat kamu Doon.. oohh.." Tante Tika mulai
menjerit kecil merasakan sedotanku pada klitorisnya. Sekitar lima
menit lebih aku bermain di daerah itu sampai kurasakan tiba-tiba ia
menjepit kepalaku dengan keras diantara pangkal pahanya, aku
hampir-hampir tak dapat bernafas.
"Aahh..
Tante nggak kuaat aahh, Doon.." teriaknya panjang seiring tubuhnya
yang menegang, tangannya meremas sendiri kedua buah dadanya yang sejak
tadi bergoyang-goyang, dari liang kewanitaannya mengucur cairan kental
yang langsung bercampur air liur dalam mulutku. "Makasih yaa Don, kamu
udah puasin Tante.. makasih Sayang. Sekarang beri Tante kesempatan
bersihin badan sebentar saja," ia lalu mengecupku dan beranjak ke arah
kamar mandi. Aku tak tahu harus berbuat apa, senjataku masih tegang dan
keras, hanya sempat mendapat sentuhan tangan Tante Tika. Batinku makin
tak sabar ingin cepat menumpahkan air maniku ke dalam liang
kewanitaannya. Ahh, aku meloncat bangun dan menuju ke kamar mandi.
Kulihat Tante Tika sedang mengguyur tubuhnya di bawah shower.
"Tante Tika.. ayoo cepat," teriakku tak sabar.
"Hmm,
kamu sudah nggak sabar ya?" ia mengambil handuk dan mendekatiku.
Tangannya langsung meraih batang kejantananku yang masih tegang.
"Woowww..
Tante baru sadar kalau kamu punya segede ini, Doon.. oohhmm.." ia
berjongkok di hadapanku. Aku menyandarkan tubuh di dinding kamar mandi
itu dan secepat kilat Tante Tika memasukkan batang kejantananku ke
mulutnya.
"Ouughh..
sstt.. nikmat Tante.. oohh.. oohh.. ahh.." geli bercampur nikmat
membuatku seperti melayang. Baru kali ini punyaku masuk ke dalam alat
tubuh perempuan. Ternyata, ahh.., lezatnya setengah mati. Batang
kejantananku tampak semakin tegang, mulut mungil Tante Tika hampir tak
dapat lagi menampungnya. Sementara tanganku ikut bergerak meremas-remas
payudaranya.
"Waaouwww..
punya kamu ini lho, Doon.. Tante jadi nafsu lagi nih, yuk kita
lanjutin lagi," tangannya menarikku kembali ke tempat tidur, Tante Tika
seperti melihat sesuatu yang begitu menakjubkan. Perempuan setengah
baya itu langsung merebahkan diri dan membuka kedua pahanya ke arah
yang berlawanan, mataku lagi-lagi melotot ke arah belahan liang
kewanitaannya. Hmm.. kusempatkan menjilatinya semenit lalu dengan cepat
kutindih tubuhnya, kumasukkan batang kejantananku ke dalam lubang
kemaluannya. "Sleepp.." agak susah juga karena kemaluannya lumayan
sempit tapi kemudian amblas juga seluruhnya hingga sampai dasar rahim,
lalu kupompa naik turun. "Hmm.. oohh.." Tante Tika kini mengikuti
gerakanku. Pinggulnya seperti berdansa ke kiri kanan. Liang
kewanitaannya bertambah licin saja. Batang kejantananku kian lama kian
lancar, kupercepat goyanganku hingga terdengar bunyi selangkangannya
yang becek bertemu pangkal pahaku. "Plak.. plak.. plak.. plak.." aduh
nikmatnya perempuan setengah baya ini. Mataku merem melek memandangi
wajah keibuan Tante Tika yang masih saja mengeluarkan senyuman. Nafsuku
semakin jalang, gerakanku yang tadinya santai kini tak lagi berirama.
Buah dadanya tampak bergoyang kesana kemari, mengundang bibirku beraksi.
"Ooohh Sayang, kamu buas sekali. Hmm.. Tante suka yang begini, oohh.. genjot terus.." katanya menggelinjang hebat.
"Uuuhh.. Tante, nikmat Tante.. hmm Tante cantik sekali oohh.."
"Kamu
senang sekali susu tante yah? oohh.. sedoot teruus susu tantee aahh..
panjang sekali peler kamu.. oohh, Doony.. aahh.." Jeritannya semakin
keras dan panjang, denyutan liang kewanitaannya semakin terasa menjepit
batang kejantananku yang semakin terasa keras dan tegang.
"Doon..?" dengusannya turun naik.
"Kenapa.. Tante.."
"Kamu
bener-bener hebat Sayang.. oowww.. uuhh.. Tan.. Tante.. mau keluar
hampiirr.. aahh.." gerakan pinggulnya yang liar itu semakin tak karuan,
tak terasa sudah lima belas menit kami bersetubuh.
"Ooohh
memang enaak Tante, oohh.. Tante oohh.. tante Tika, oohh.. nikmat
sekali Tante, oohh.." Tak kuhiraukan tubuh Tante Tika yang menegang
keras, kuku-kuku tangannya mencengkeram punggungku, pahanya menjepit
keras pinggangku yang sedang asyik turun naik itu, "Aahh.. Doon.. Tante
ke..luaarr laagii.. aahh.." liang senggama Tante Tika terasa berdenyut
keras sekali, seperti memijit batang kejantananku dan ia menggigit
pundakku sampai kemerahan. Kepala batang kejantananku seperti tersiram
cairan hangat di dalam liang rahimnya.
Sesaat
kemudian ia lemas lagi. Batang kejantananku masih menancap setia di
liang kemaluan Tante Tika. "Sekarang Tante mau puasin kamu, kasih Tante
yang di atas ya, Sayang.. mmhh, pintar kamu Sayang.." Posisi kami
berbalik. Kini Tante Tika menunggangi tubuhku. Perlahan tangannya
kembali menuntun batang kejantananku yang masih tegang itu memasuki
liang kenikmatannya dan terasa lebih masuk.
Tante
Tika mulai bergoyang perlahan, payudaranya tampak lebih besar dan
semakin menantang dalam posisi ini, aku segera meremasnya. Tante Tika
berjongkok di atas pinggangku menaik-turunkan pantatnya, terlihat jelas
bagaimana batang kejantananku keluar masuk liang senggamanya yang
terlihat penuh sesak, sampai bibir kemaluan itu terlihat sangat kencang.
"Ooohh enaak Tante.. ooh Tante.. ooh Tante Tika.. ooh Tante.. hmm,
enaak sekali.. oohh.." kedua buah payudaranya seperti berayun keras
mengikuti irama turun naiknya tubuh Tante Tika. "Remas yang mesra dong
susu Tante sayang, oohh.. yaahh.. pintar kamu.. oohh.. Tante nggak
percaya kamu bisa seperti ini, oohh.. pintar kamu Doon oohh.. ganjal
kepalamu dengan bantal ini sayang," Tante Tika meraih bantal yang ada di
samping kirinya dan memberikannya padaku. "Maksud Tante supaya saya
bisa.. srup.. srup.." mulutku menerkam puting susunya. "Yaahh.. sedot
susu Tante lagi sayang.. hmm.. yak begitu teruus yang kiri sayang
oohh.." Tante Tika menundukkan badan agar kedua buah dadanya terjangkau
mulutku. Cairan mani Tante Tika yang meluber membasahi dinding
kemaluannya. Akhirnya dia menjerit panjang, "Ouuhhgg.. Tante keluuaar,
lagii," erangnya.
Aku
yang belum puas memintanya untuk menungging. Tante Tika menuruti
perintahku, menungging tepat di depanku yang masih terduduk. Hmm..,
lezatnya pantat Tante Tika yang besar dan belahan bibir kewanitaannya
yang memerah, aku langsung mengambil posisi dan tanpa permisi lagi
menyusupkan batang kejantananku dari belakang. Kupegangi pinggangnya,
sebelah lagi tanganku meraih buah dada besarnya. "Ooohh.. ngg.. Kamu
hebaat Donn.. oohh, genjot yang cepat Sayang, oohh.. tambah cepat lagi..
uuhh.." desah Tante Tika tak beraturan. "Ooohh Tante.. Taan..tee..
oohh.. nikmat Tante Tika.." Kepalanya menggeleng keras kesana kemari,
kurasa Tante Tika sedang berusaha menikmati gaya ini dengan semaksimal
mungkin. Teriakannya pun makin ngawur. "Ooohh.. jangan lama-lama lagi
Sayang, Tante mau keluar lagi ooh.." rintihnya. Lalu aku mempercepat
gerakanku hingga bunyinya kecepak-kecepok akibat banyaknya cairan mani
Tante Tika yang sudah keluar, lalu aku merasa ada sesuatu yang mau
keluar.
"Aahh
Tante.. uuhh.. nikmat sekali, oohh.. Tante sekarang.. Tante Tika,
oohh.. saya nggak tahan tantee.. enaak.. oohh.." ceracauku tak
beraturan. "Tante juga Doon.. ohh.. Doonny sayaangg, oohh.. keluaar
samaan sayaang, ooh.." Kami berdua berteriak panjang, badanku terasa
bergetar dan, "Croot.. crott.. croott.. croott.." entah berapa kali
batang kejantananku menyemburkan cairan kental ke dalam rahim Tante Tika
yang tampak juga mengalami hal yang sama, selangkangan kami saling
menggenjot keras. Tangan Tante Tika meremas sprei dan menariknya keras,
bibirnya ia gigit sendiri. Matanya terpejam seperti merasakan sensasi
yang sangat hebat.
Sejak
itu hubunganku dengan Tante Tika bertambah mesra tidak jarang kami
mengadakan perjanjian untuk saling ketemu atau saat dia menyuruhku
mengantarkannya ke arisan tapi malah dibelokkan ke rumahnya yang satu di
daerah perumahan elit yang sepi, sedang aku sama Shinta tetap pacaran
tapi perselingkuhanku dengan mamanya tetap kujaga rahasianya.
Suatu
hari aku ke rumah Shinta sepulang sekolah, ternyata Shinta sedang les.
Sedangkan ayahnya ada meeting 2 hari di Malang. Karena sudah terbiasa,
setelah masuk ke rumah dan kelihatannya sepi, saat bertemu Tante Tika
aku langsung memeluknya dari belakang.
"Mumpung sepi Tante, saya sudah kangen sama Tante.." kataku sambil menciumi leher dan cuping telinga Tante Tika.
"Jangan
di sini Sayang, ke kamar tante saja.." katanya sambil mengandengku
masuk ke kamar, aku seperti kerbau yang di cocok hidungnya, hanya
menurut saja.
Setibanya
di dalam kamar tanpa ba-bi-bu kami saling berpelukan dan kulumat
bibirnya. Nafasnya terengah-engah. Kancing dasternya kubuka
satu-persatu hingga semuanya lepas lalu kutarik ke bawah, sedang Tante
Tika juga sudah melepas kemejaku, tangannya kini sibuk membuka
reitsleting celanaku, aku membantunya. Setelah celanaku lepas lalu dia
buang di lantai. Aku diam sejenak, kupandangi tubuh Tante Tika yang
hanya memakai BH warna putih dan celana dalam yang juga putih. Lalu tali
pengikat BH-nya kulepas, maka tersembullah buah dada Tante Tika yang
montok dan menantang itu. Kemudian tanganku ganti memelorotkan celana
dalam Tante Tika. Kini dia sudah telanjang bulat tanpa sehelai benangpun
yang menutupi tubuhnya. Kulitnya yang putih mulus memancarkan
keindahan alami, aku jadi semakin bernafsu.
Sesaat kemudian Tante Tika
jongkok di hadapanku dan dengan sekali tarik celana dalamku
dilepaskannya ke bawah, dengan kakiku CD-ku kulempar ke bawah ranjang
Tante Tika. Lalu kami saling menatap, bibirnya didekatkan dengan
bibirku, tanpa buang waktu kupagut bibir yang merah merekah kami saling
mengulum, terasa hangat sekali bibir Tante Tika. Tanganku mulai
bergerilya di dadanya, gundukan montok itu semakin lama semakin kencang
dan putingnya terasa mengeras karena permainan tanganku. Kemaluanku tak
luput dari tangan hangat Tante Tika yang begitu bernafsu ingin
menguasai keperkasaan kejantananku. Tangan lentik itu kini mengocok dan
meremas otot kejantananku. Aku semakin tak tahan, lalu aku melepas
pelukannya, nafas kami sama-sama ngos-ngosan. Kulihat matanya memerah
seperti banteng yang marah, dadanya naik turun inikah yang namanya
sedang birahi. Lalu tubuh telanjang Tante Tika kubopong dan kubaringkan
terlentang di atas ranjang, dia menekukkan lututnya dan kedua pahanya
direnggangkan. Melihat pemandangan liang senggamanya yang sudah basah
dan merah merekah, aku jadi semakin tidak sabar. Lalu kembali semua
bagian dari liang kewanitaannya menjadi daerah operasi lidahku.
Klirotisnya terlihat mengkilat karena banyaknya cairan yang membasahi
liang senggamanya.
Tiba-tiba
aku dikagetkan saat secara refleks aku melihat ke pintu. Memang pintu
itu hanya di tutup kain gorden sedang daun pintunya tidak kami tutup.
Kain gorden itu tersingkap sedikit dan terlihat sepasang mata mengintip
perbuatan kami. Aku sempat deg-degan, jangan-jangan Om Har, kalau
benar mati aku. Lalu saat gorden itu tertiup angin dari jendela samping
aku baru tahu kalau ternyata yang berdiri di balik pintu adalah Tante
Merry, adik Tante Tika. Aku jadi lega, paling tidak dia bukan suami
Tante Tika ataupun pacarku Shinta.
Aku
meneruskan permainanku dengan harapan semoga Tante Merry bisa melihat
bagaimana aku bisa memuaskan kakaknya. Harapanku mendekati kenyataan,
ternyata mata itu terus mengawasi permainan kami bahkan saat batang
kejantananku hendak masuk ke dalam liang kewanitaan Tante Tika, aku
sempat mendengar Tante Merry menahan nafas. Kembali kugenjot liang
kewanitaan itu hingga yang punya mengejang sambil mulutnya keluar
erangan dan rintihan yang seperti mungkin pembaca pernah melihat Film
Blue versi mandarin saat si cewek digenjot lawan mainnya. Aku sendiri
semakin tambah bernafsu mendengar rintihan kecil Tante Tika karena
suaranya merangsang sekali. Paling tidak 20 menit lamanya aku bisa
bertahan dan akhirnya jebol juga pertahananku. "Ccroot.. croot..
croot.." cairanku banyak yang masuk ke dalam rahim Tante Tika, sedang
sebelum itu Tante Tika juga sudah keluar dan setelah aku hampir selesai
mengejang dan mengeluarkan spermaku, giliran Tante Tika mengejang yang
kedua kalinya. Lalu tubuhku ambruk di samping Tubuh indah Tante Tika.
Kulihat mata Tante Tika terpejam sambil tersenyum puas.
Lalu
aku pamit mau ke kamar mandi. Sebenarnya aku hanya ingin menemuai
Tante Merry tapi saat kucari dia sudah tidak di belakang gorden lagi.
Lalu kucari di kamarnya. Kulihat pintu kamar terbuka sedikit lalu
kutengok, ternyata kamarnya kosong. Akhirnya kuputuskan ke kamar mandi
karena aku memang mau kencing, dengan tergesa-gesa aku berlari ke kamar
mandi, kulihat pintu kamar mandi tidak tertutup. Saat aku di depan
pintu, aku samar-samar mendengar bunyi air yang dipancurkan berarti ada
yang mandi shower. "Ohh.. my God.." saat itu terpampang tubuh molek
Tante Merry sedang mandi di pancuran sambil mendesah-desah, dia
menggosok tubuhnya membelakangi pintu. Terlihat bagian pantatnya yang
padat dan seksi, karena suara air begitu deras mungkin Tante Merry tidak
mendengar saat aku melebarkan pintunya. Dari luar aku memandangnya
lebih leluasa, tangannya sedang menggosok buah dadanya dan kadang buah
dadanya yang berukuran 36C itu diremasnya sendiri, aku ikut terhanyut
melihat keadaan itu.
Saat
dia membalikkan badan, kulihat dia mendesis sambil matanya terpejam
seperti sedang membayangkan sesuatu yang sedang dialaminya. Waaouuw..,
dari depan aku semakin jelas melihat keindahan tubuh Tante Merry. Buah
dadanya yang sedang diremas tangannya sendiri kelihatan masih tegak
menantang bulat sekal dengan puting yang mencuat runcing di tengahnya,
mungkin karena dia belum pernah menyusui bayi maka kelihatan seperti
buah dada seorang perawan, masih segar. Aku sempat terperangah karena
berbeda sekali dengan kepunyaan Tante Tika yang sudah agak menggantung
sedikit tapi ukurannya lebih kecil sedikit. Lalu pandanganku semakin
turun, kulihat hutan rimbun di bawah perutnya sudah basah oleh air,
kelihatan tersisir rapi dan di bawahnya sedikit daging kecil itu begitu
menonjol dan lubangnya lebih kecil dari lubang milik Tante Tika. Tak
lama kemudian tangannya meluncur ke bawah dan menggosok bagian demi
bagian. Saat tangan mungilnya digosokkan pada klirotisnya, kakinya ikut
direnggangkan, pantatnya naik turun. Aku baru menyadari bahwa
kemaluanku sudah tegak berdiri malah sudah keluar cairan sedikit. Aku
semakin tak tahan, aku lalu main spekulasi aku harus bisa menundukkan
Tante Merry paling tidak selama ini dia merasa kesepian, selama dua
bulan terakhir ini dirinya tidak disentuh laki-laki berarti dia sangat
butuh kepuasan batin.
Satu
persatu pakaianku kulepas hingga telanjang bulat, burungku yang sudah
berdiri tegak seperti tugu monas ini sudah tidak sabar ingin mencari
sarangnya. Lalu diam-diam aku masuk ke kamar mandi dan aku memeluk
Tante Merry dari belakang, tanganku ikut meremas buah dadanya dan
kuciumi tengkuknya dari belakang. Tante Merry kaget, "Haii.. apa-apaan
kamu Doonny!" bentaknya sambil berusaha melepaskan pelukanku. Aku tidak
menyerah, terus berusaha.
"Doonn.. Lepaaskaan Tantee.. Jangaan.." Dia terus berontak.
"Tenang
Tante.. saya cuma ingin membantu Tante, melepaskan kesepian Tante,"
aku terus menciuminya sedang tanganku yang satunya bergerilya ke bawah,
kugantikan tangannya yang tadi menggosok liang kewanitaannya sendiri.
Bibir kemaluannya kuremas dan kuusap-usap pelan.
"Tapi Doon, Ouhhg.. Aku kaan.. sshah.." dia sepertinya juga sudah menikmati permainanku.
"Sudah
berapa lama Tante mengintip kami tadi.. Tante kesepian.. Tante butuh
kepuasan.. saya akan memuaskan Tante.. nikmati saja," aku terus
mencumbunya.
"Ouugh.. Ahh.. Jangaann Oohh.." dia terus melarang tapi sesaat kemudian dia membalikkan badan.
"Doonn,
puaskan dahaga Tante.." katanya sambil melumat bibirku, kini dia
begitu agresif, aku ganti kewalahan dan berusaha mengimbanginya,
tanganku meremas kedua buah dada Tante Merry.
"Hmm kamu hebaat.. sayaang," tanpa sadar keluar ucapan itu dari mulutnya.
Selama 25 menit kami saling mencumbu, saling meremas dalam keadaan berdiri hingga..
"Ahh.. Doon, cukuup Doon.. lakukanlah, aku sudah tidaak tahaan.. Ohh.." rintihnya.
Lalu
kudorong tubuh Tante Merry menepi ke dinding, kurenggangkan kakinya.
Sesaat kulihat bibir kemaluannya ikut membuka lebar, klitorisnya
terlihat meriang memerah dan sudah banyak cairan yang membasahi dinding
kewanitaannya. Lalu kuletakkan batang kejantananku yang sudah mengeras
itu di bibir kemaluan Tante Merry, pelan-pelan kumasukkan. "Uhh.. ss,
pelaan sayang, punyamu terlalu besar," jeritnya kecil. Memang
kelihatannya liang kewanitaan yang satu ini masih sempit mungkin jarang
dipakai. Perlahan batang kejantananku mulai masuk lebih dalam hingga
akhirnya amblas seluruhnya. "Aouuwww.." Tante Merry menjerit lagi
mungkin dia belum terbiasa dengan batang kejantanan yang berukuran
besar. Setelah keadaan agak rileks, aku mulai menggerakkan batang
kejantananku maju mundur. "Oohh.. teruskaan Sayaang.. gendoong aku,"
katanya sambil menaikkan kakinya dan dijepitkan di pinggangku. Saat itu
batang kejantananku seperti dijepit oleh dinding kewanitaannya tapi
justru gesekannya semakin terasa nikmat.
Tante Merry terus melakukan goyang pinggulnya.
"Ohh.. ennaak Tantee.." aku semakin terangsang.
"Tantee
jugaa nikmaat.. Doon, punya kamu nikmaat banget.. Ohh, rasanya lebih
nikmat dari punya suamikuu.. Ahh.. Uhh.. Tusuk yang lebih keras
sayang." desis Tante Merry.
"Aaahh.. Aaagh.. Ohh.. Sshh.." Tante Merry merintih tak karuan dan gerakan pinggulnya semakin tak beraturan.
"Doon, Ohh.. genjoot teruuss.." dia setengah menjerit, "Don, masukin yang dalam, yachh.."
"Enaak
Tante, mmhh.." aku merasakan sukmaku seperti terbang ke awan, liang
kewanitaan perempuan ini nikmat betul sih, sayang suaminya kurang bisa
memuaskannya.
"Ouuhh,
Doon.. Tantee.. Mauu Keel.. Aaahh.." dia menjerit sambil menekankan
pantatnya lebih dalam. "Seerr.." terasa cairan hangat membasahi batang
kejantananku di dalam rahimnya. Tapi aku terus memacu gerakanku hingga
aku sendiri merasakan mau mencapai orgasme.
"Tantee.. dikeluarkan di dalam apa di luar," aku masih sempat bertanya.
"Di dalam sajaa, berii aku bibitmu sayang," pintanya.
Tak
lama kemudian aku merasakan ada dorongan dari dalam yang keluar,
"Crroott.. crroott.. croott.." cairan maniku langsung memenuhi rahim
Tante Merry, lama kami berpelukan kencang hingga akhirnya aku merasa
kakiku lemas sekali, tapi aku terus mencumbu bibirnya.
"Terima kasih Doon, kamu telah menghilangkan dahagaku," kata Tante Merry.
"Tante,
boleh nggak kapan-kapan saya minta lagi sama Tante, tapi sekarang
Shinta mau datang dari les, kita sudahi dulu yaa.." tanyaku.
"Aku
yang harusnya meminta, masak cuma Kak Tika yang kamu puasi, sedangkan
aku nggaak, tadi aku ngiri deh sama kakakku bisa ngedapatin kepuasan
dari pemuda gagah seperti kamu," jawabnya.
"Baiklah,
nanti kita bertiga akan rundingkan, saya yakin dia akan mengerti kok,
dan bisa memberi kesempatan sama adiknya sendiri, yang penting kita
bisa menjaga rahasia ini, ya nggak.." tanyaku.
"Benar Sayang, terserah kamu asal kamu mau ngasih aku jatah.. aku sudah puas, kok.." jawabnya.
Kemudian
kami sudah mengenakan pakaian kami masing-masing dan keluar dari kamar
mandi. Kulihat ke kamar Tante Tika, dia masih tertidur, lalu
kubangunkan.
"Tante
banguun, cepatlah berpakaian.. nanti Shinta curiga kalo Tante masih
telanjang begini," kemudian Tante Tika gelagapan sendiri terus bangun.
"Hahh, hampir jam lima.. Ya ampuun, Tante tertidur yaa, kamu tadi ke mana kok ninggalin Tante?" tanya Tante Tika.
"Sudahlah,
Tante berpakaian dulu nanti saya ceritakan, sekarang saya tunggu di
ruang tamu," kataku sambil ngeloyor ke ruang tamu. Di sana Tante Merry
sudah menungguku, dia masih menyisir rambutnya yang masih basah. Tak
lama kemudian Tante Tika muncul ke ruang tamu.
"Ehh kamuu Mer, sudah lama datangnya," tanya Tante Tika sambil duduk di hadapanku.
"Wah
sudah hampir 2 jam yang lalu, Mbak sih di kamar terus jadi nggak tahu
kalau saya sudah datang, mana pintu depan nggak dikunci lagi, gimana
tadi kalau ada Shinta yang datang trus nyari Mamahnya, dan melihat
Mamahnya kayak tadi, wah bisa terjadi perang dunia ketiga," katanya
santai.
Tante Tika wajahnya kelihatan pucat, "Jadii, Kamu sudaah.."
"Santai saja Mbaak, saya bisa ngerti kok, rahasia aman," kata Tante Merry.
"Iya Tante, kita sudah kompakan kok," sahutku, "Tapi misalkan Tante Tika berbagi denga Tante Merry gimana?"
"Gini
lhoo Mbak, masak cuma Mbak yang dipuaskan, saya kan juga kesepian,
boleh dong kita berbagi kejantanan Donny. Saya akui dia hebat Mbak,
bisa memuaskan saya," katanya sambil mengerlingkan matanya ke arahku.
"Ohh.. jadi kalian juga sudah.." tanya Tante Tika.
"Benar
Tante, sekarang kami sudah terus terang, sekarang tergantung Tante,
boleh nggak saya juga main dengan Tante Merry, kasihan kan suaminya
jarang pulang dia juga butuh kepuasan seperti Tante."
"Yahh mau gimana lagi.. aku bisa ngerti kok sama Adikku, asal si Donny bisa bersikap adil aku nggak keberatan."
Itulah
kisahku dengan Ibu pacarku dan Tantenya, hubunganku dengan Shinta
terus berlanjut dan perselingkuhanku dengan Mama dan Tantenya juga
nggak berhenti, hingga 1 tahun kemudian Tante Merry melahirkan anaknya.
Saat aku dan Shinta membesuknya di persalinan, kulihat Om Nanto sedang
ngobrol dengan Tante Tika. "Mari silakan masuk.." Om Nanto kelihatan
gembira menyambut kelahiran anaknya. Kulihat Tante Merry tersenyum pada
kami, saat Shinta menghampiri box bayi yang jaraknya tidak begitu jauh
dari ranjang ibunya. Tante Merry memanggilku dengan isyarat tangan.
Dengan setengah berbisik dia berkata, "Lihat anakmu sangat tampan dan
gagah Sayang, seperti kamu," katanya kepadaku. Aku tersenyum penuh arti.
TAMAT
Diposting oleh Unknown 2 komentar
Ngentot Dengan Teman Chat
Label:
Cerita Seks selingkuh
nama gw Novi Gelis!huehuehue…
![]() |
| Ngentot Dengan Teman Chat |
Gw dari Bandung dan gw mempunyai teman chating yang selalu setia menemani gw sepanjang malam namanya dedy dia anak Jakarta! Dedy merupakan anak yang baik dan ceplas ceplosan kalau ngomong di chat! dan pembicaraan Kita sudah melewati masa-masa hehehe..sensor dulu yahhh dan kadang berakhir dengan cyber sex! Bukan hanya sekedar chat sex tapi juga sex yg memuaskan, yah walaupun hanya di chat. Akhirnya setelah sekian lama, gw lah yg memberanikan diri datang ke ibu kota untuk menemuinya. Sekalian hangout gitu! Dan malam ini, Dedy berjanji akan mengajakku makan malam bersama.
Malam ini dedy berencana mengajaku makan malam di sebuah tempat yang special katanya! Kami belum pernah ketemu secara langsung dan antara gw dan dedy hanya bertemu di dunia maya saja yaitu chat sama facebook! Alasannya, ya karena gw tidak tinggal di kota yg sama dengannya. Bakalan mahal jika ingin sering bertemu!hehehe…maklum gw anak kere! Keinginan bertemu bukan hanya karena ingin saling kenal lebih dekat tapi juga karena semakin memanasnya pembicaraan kita di chat! Dan akhirnya malam itu kami pun kopi darat di hotel tempat gw menginap
Tepat pukul 7 malam suara bel kamar hotel gw berbunyi ! gw segera menghampiri pintu dan saat gw buka.., Dedy kulihat berdiri di depan. Tampak gagah dan maskulin. Ternyata tidak jauh berbeda dari foto yg ada pada facebook sama pict di YMnya! Sebaliknya, kulihat Dedy tertegun dengan apa yang kupakai malam ini. gw mengenakan gaun tipis krem sepaha dengan tali kecil di pundak. Matanya masih tertegun melihat bercak 2 bulatan BH 34B di dadaku dan g-string yg tembus pandang tersorot lampu di depan kamar hotel. "Silakan masuk.." kata gw sambil menarik tangannya dengan manja. Hanya saja Dedy sepertinya tidak sabar dengan kedatangan gw yg sudah ditunggu-tunggunya. Tangan gw ditariknya lembut, badan gw dipeluknya dengan hangat. Hingga wajah gw tepat berada di depan wajahnya. "Aku kangen banget sama lo, honey" ucapnya sambil berniat mencium bibir gw. gw berusaha menjauh, tapi tak kulepas dekapannya. Kututup bibirnya dengan telunjukku. "Eiitt.. sabar dong, ded. Masak mau serobot aja sih. " gw mengerling nakal padanya. Dan langsung gw ajak ke sofa di kamar itu. Gw biarkan dia duduk di sana dan bukan di tempat tidur yg terbentang di depan Kita.
"Mau minum apa? gw hanya punya bir dan coca cola kaleng," ucap gw seraya melangkah ke kulkas. "Bir saja, enak minum bir dengan wanita cantik seperti lo," Dedy mulai sadar rupanya.. hingga bisa berbicara lebih banyak. gw tersenyum mendengar ucapannya. gw ambil bir buatnya dan coca cola buat gw sendiri. gw duduk di sebelah kanannya. Saat kuteguk minumanku, kaki kananku kusilakan di atas kaki kiriku. Karena bajuku tidak seberapa panjang, terbuka deh pahaku. Walaupun Dedy juga sedang menegak minumannya, matanya tidak henti-hentinya melihat pahaku yg putih mulus.
"Lo cantik sekali, Novi," tangannya mulai berkelana. Kali ini mengusap-usap pahaku. Dan menggeser badannya. "Lo juga ganteng," bisikku manja di telinganya. Semakin tidak sabaran dia. Nafasnya kudengar sudah tidak teratur. Kaleng birnya dan kaleng coca colaku ditaruhnya di atas meja kecil sebelahnya.
"Aku kangenn banget sama kamu. gw ingin 'telen' kamu.. Sar" gitu istilah Dedy jika ingin mulai main. Kecupan kecil mendarat di bibirku. gw balas dengan lembut. Kulihat matanya penuh dengan rasa kangen. Kecupannya berubah menjadi ciuman yang lebih bernafsu. Lidahnya bermain-main dengan penuh nafsu di mulutku diikuti dengan nafasnya yang tak tertahankan. Begitu lincahnya membuat gw pun mulai terangsang, kubalas juga dengan permainan lidahku di mulutnya. Kehangantan meliputi Kita berdua. Duduk Kita semakin mendekat. Tangan kanannya memelukku dg lembutnya. Tangan kirinya sudah mulai berjalan lebih jauh di pahaku. "hmm.. hmm.." desahku seirama permainan lidah Kita. Kulingkarkan kedua lenganku di lehernya. "Aku kangen lo juga, win" di sela-sela permainan lidah Kita.
Hingga akhirnya Dedy tak tahan, dan dengan perlahan namun pasti Dedy membuka gaunku tanpa mengurangi kehangatan Kita. Sekarang tinggal bra tanpa tali dan g-string putihku. Kulihat matanya terpukau dengan pemandangan di depannya. "Bikin lo tambah kepingin, ya win," kerlingku nakal. "Iya, honey.." jawabnya sambil tangannya mulai menjelajahi lipatan gunungku. Dielusnya, dipandangnya, dielusnya lagi dan dikecupnya bra ku. Ahh.. lembutnya. "Kita ga jadi makan malam, ded?" tanyaku mangingatkan. "Ga laper gw, gw lebih laper kamu.." senyumnya. Sambil perlahan berdiri, gw tarik tangannya. Dengan isyarat mataku, Dedy tahu gw minta dia berpindah ke tempat tidur. Kudorong dia, mengisyaratkan supaya dia berbaring di tempat tidur. Kubiarkan dia bertanya-tanya dalam hati. Dengan pakaian yang lengkap kubiarkan dia berbaring. gw naik juga ke tempat tidur, dengan hanya mengenakan bra dan g-string. gw naik ke atasnya. Kucium lembut bibirnya. Perlahan gw buka kancing kemejanya. Dibantunya gw dengan sedikit mengangkat badannya, hingga gw bisa melepaskan kemejanya dengan mudah. Di hadapanku sekarang terbentang dada bidangnya. Kucium perlahan dadanya. Kujilat-jilat putingnya, yang kiri .. yang kanan. gw tak tahu apa yg dirasakannya. Yang kutahu tangannya mengelus-elus lembut rambutku. "Novi.. enak honey.." lidahku meneruskan perjalanannya. Sedikit ke bawah, jilatanku semakin membuatnya semakin gemas mengusap-usap rambutku. Perutnya pun tak lepas dari jilatanku. "Lo pintar ya.." bisiknya tertahan.
Hingga ke bawah perut. Masih ada celana panjang yg menutup gerakan-gerakan tak karuan dibaliknya. Ada onggokan yg ingin segera terlepaskan. gw lirik Dedy, dan matanya memintaku untuk membebaskan. gw menggeleng nakal.. "Ngga, ah.. sabar dong.." gw lanjutkan lagi kecupanku. gw kecup tonjolan itu. Cup..cup..cup.. gw tersenyum lebar, sewaktu kulihat matanya memohon dengan sangat. "Tunggu ya.. gw pingin kecup dari luar dulu." gw kecup lagi. gw masukan tonjolan itu di mulutku. "Novi nakal ya.. buka dong, honey. gw ngga tahan, nih" Akhirnya kubuka ikat pinggangnya. Dan resletingnya. Kulirik lagi, matanya sudah semakin memohon. Akhirnya kubuka celana panjangnya. Terpikir lagi keinginan untuk mengganggunya. Kubiarkan CD nya. Kukecup lagi tonjolannya yang sudah semakin besar itu. Ahh.. kalo mau jujur, gw juga sudah tidak tahan melihatnya. Ingin kutelan rasanya. Tapi gw ingin mengganggunya juga.. hehe.. gw masukan tonjolan itu ke mulutku. Kukulum perlahan. Ahh.. gerakannya semakin tak karuan. "Novi.. buka honey, bukaa.."
Aku buka juga akhirnya. WOW.. besaarr sekalii.. gw tak percaya mataku. Dengan tak sabar kupegang batang besar itu. gw usap-usap. "Suka honey?" tanya Dedy. "Suka banget. Punyamu besar banget!! gw jilat-jilat pinggirannya. Dari atas ke bawah, gw balik lagi dari bawah ke atas. Sesekali kurasakan gerakannya yg semakin tak henti. "Enakk honeyg.. teruuss.." pintanya. Kujilat belahannya. Lidahku bermain-main di sana. Membuat gerakan nakal. Semakin cepat, seirama kocokan tanganku yang juga semakin cepat. gw masukan kepalanya ke mulutku. gw sedot seperti makan es krim. Sesekali lidahku bermain di belahannya. "Aghh.. enakk.." gw semakin menjadi-jadi mendengar erangannya. Kubuka bra ku. Biar gerakanku semakin lepas. Kusentuh buah dadaku dengan kontolnya. Kuputar-putar kontolnya mengelilingi dadaku. Melingkari bongkahanku dan putingku. Yg kiri.. yg kanan.. ahh.. enaknya. Kumasukan lagi ke mulutku, kali ini lebih dalam. Hampir menyentuh ujung mulutku. Aghh.. sedapnya. Aku sedoott lebih lama. "srrpp.. srpp.." gw mainkan juga lidahku di dalam sana. Kuempot sampe terdengar suaraku sendiri. "Aghh.. enak honey. Enak banget. Lo pinterr.. terus honey.." erangnya. Kulepas lagi.. kali ini tanganku yg bermain. Kukocok perlahan, perlahan dan akhirnya lebih cepat. Matanya terpejam menahan gejolak yg ada. Kutahu.. pasti dia tidak mau keluar sekarang. Hehe.. dasar cowok. gw mau kerjain lagi ahh..
Kulepas batangnya. Dedy terkaget-kaget. "Kok udahan, honey. gw belum puas nih.." gw hanya tersernyum. gw kecup bibirnya dan memintanya untuk berlutut di ujung tempat tidur. Gantian gw yang merebahkan tubuhku di hadapannya. "Mainkan kontolmu, ded.. kocok-kocok sendiri ya. gw suka liat cowok mengocok kontolnya. " Dia mengerti maksudku. gw memang suka bangeett. Hadiahnya, gw juga mau beronani di hadapannya. gw pejamkan mataku.. tanganku bergerilya di tubuhku. Tangan kiri dan kananku bermain di dadaku. Ahh.. enaknya sentuhanku sendiri. gw basahi jari telunjuk tangan kananku dengan memasukkan ke mulutku. Kubuka mataku, ingin kuliat apa yg sedang Dedy perbuat. Ah gantengnya. Dengan kontol yang sudah membesar, dikocok-kocoknya terus batangnya. Bikin gw semakin terangsang.
Aku masukan jariku perlahan ke mulutku.. kukulum jariku..kusedot. Kunikmati getaran yg ada. "Ehmm..mhhmm.." sambil mendesah-desah, badanku kugoyangkan. Kubasahi putingku dg jariku. Kulingkari putingku, sambil kulirik Dedy dengan lirikan nakal. "Lo nakal, yaa.." sahut Dedy sambil mengocok kontolnya. Matanya memancarkan kesenangan sekaligus, kelaparannya.. Kubasahi lagi sebelah buah dadaku. Kulingkari lagi.. "Uuughh.. " erangku menahan sensasi. Kemudian tangan kananku turun ke bawah.. ke perutku.. "Ughhghh.." badanku kuangkat sedikit ke atas. "Terus honey.." Dedy tak tahan lagi menunggu jalannya tanganku. Kuturunkan lagi. Ke atas g-stringku. Kugosok-gosok perlahan. Sambil mendesah.."mmhhmm..ehmm.." Kuselipkan satu jari ke baliknya. "Aghh..".. kurasakan memek gw sudah basah. Semakin mudahnya gw memainkan jariku di sana. "Kasih liat dong honey.." Dedy memohon supaya gw membuka g-stringku. gw semakin menjadi-jadi.. "Sabar dong, win.." sambil jariku kumasukan ke memek gw.."AGGgghh.." oh nikmatnya.. tangan kiriku semakin gencarnya meremas-remas buah dadaku. Gerakan badanku semakin tak karuan. Bergoyang ke sana kemari.
Akhirnya kubuka g-stringku. Kuturunkan perlahan. Sampai di lututku.."Bukain dong, win.." dengan cepat ditariknya g-stringku. "Ngga tahan ya.." kerlingku lagi. Kubuka pahaku lebar-lebar. Biar Dedy bisa melihat lebih jelas. Kumasukkan jari telunjuk kananku ke memek gw. "Aaagghh..nikmat.." maju mundur.. pelan-pelan. Kunikmati sensasi yg ada. memek gw semakin basah. Kutambahkan jariku, kali ini 2 jari. "Aghh.. " kugoyangkan badanku. Ketika jariku keluar, kuarahkan badanku ke jari. Ketika kumasukan kumundurkan badanku. Semakin licinn.. semakin dalamm.. semakin menggila kumasukan jarikuu.. "Oghh..Oghh.." Tangan kiriku berpindah. Kugunakan jari kiriku memainkan klitorisku. "aghh.. " semakin lama semakin tak terbendung lagi.. kugerak-gerakkan terus jariku. Keluar masuk. Keluar masuk. Semakin cepat. Akhirnya.. "Ahh.." gw tak tahan lagii.. becek deh. Basah. Becek. gw lemas.. Di ujung sana, Dedy tersenyum puas melihat pemandangan tadi. "Lo cantik sekali, honey.. gw suka melihatnya." Dedy mendekatkan wajahnya ke wajahku.
"Masih mau gw?" tanyaku. "Mau dong honey.." Kita berciuman lagi. kontolnya yg besar, terasa di belahan pahaku. Kadang terasa menyenggol memek gw. Ciumannya yg lembut sangat menyentuh. Lidahnya mencari-cari lidahku. Dedy tahu sekali menghidupkan gariahku kembali. Nakal dia, di awal-awal chat Kita, dia menyelidiki apa yang gw suka. Kini badan Kita yg tanpa benang sehelaipun saling berpelukan dalam kehangatan. "mmhh..hmm." desahku merasakan lembut ciumannya. Ciuman Dedy berpindah ke leherku, dijilatnya leherku, yg semakin membuat gw terangsang! "Dedyy..""Ya honey.." Jilatannya semakin turun, ke dadaku.. ke buah dadaku. "Aghh.." kurasakan buah dada kiriku basah oleh jilatannya. Sementara yg kanan diremas-remas olehnya. "Enak, ded.." dijilatnya yg kanan, dan yg kiri diremas-remasnya. "Ded.. teruss.. turun win.." Mukanya terangkat.. "Sabar dong honey.." gantian lirikan nakalnya menggangguku. "Lo jahatt.. " ujarku sambil mengelus-elus kepalanya. Jilatannya semakin turun. Perutku kena gilirannya. Diputar-putar lidahnya di pusarku. "Aghh.." semakin turun lagi. Dibukanya pahaku lebih lebar. Jarinya membuka memek gw. Kurasakan klitorisku dijilatnya lembut.. "Ughh.. enak ded.." Dikulumnya hangat. Semakin lama semakin cepat. "ded.. enakk.." bukan lagi klitorisku yg dijilatnya. Semakin ke bawah.. memek gw dibukanya dengan kedua jarinya. Supaya lidahnya bisa masuk leluasa.."Oughh.. ennaakk .. ded.." pantatku melonjak-lonjak kenikmatan.
Dimasukkan lagi lidahnya lebih dalam, bikin gw semakin tak kuasa menahan gerakan pinggulku. "Enak ded.. ohh..oh.. enak ded.." Dedy semakin bernafsu mendengar eranganku. Sodokan lidahnya semakin menjadi-jadi. Biarpun badanku tak bisa diam, Dedy tak perduli.. "Dedyn.. enak bangett..teruuss" pantatku sedikit diangkatnya. Sekarang bukan hanya memek gw yg dijilat tapi juga lubang anusku. Dijilatinya memutar lubang anusku. Sensasinya berbeda sekali. Jilatannya kembali ke memek gw. Dengan posisi memek gw agak di atas, dimasukannya memek gw ke dalam mulutnya. gw kaget sekali tapi enakk.. "Dedyn.. lo apain memek gw.." Dedy tak menggubris, semakin dilahapnya memek gw. Diisep, dijilat, trus diisep lagi .. disedotnya klitorisku dengan sedotan yg wowww.. gw ga tau lagi apa perasaanku yg ada gw menjeritt.. "Agghh.. Dedyn.." kurasakan cairan hangat keluar dari memek gw. Gilaa.. lemes gw.
Tapi Dedy ngga mau menunggu lama lagi. Ditindihnya tubuhku. Dibukanya pahaku. Didekatkannya batangnya ke lubang memek gw. Digesek-gesek.. "ouhh.." dimasukkannya perlahan-lahan .. "Aahh.." rintihku. Kupejamkan mataku menikmati. Oughh.. nikmatnya. Sedikit demi sedikit batangnya menembus lebih dalam. "Achh.. enakk..teruss ded.." Dedy menggerak-gerakkan badannya. Didorongnya perlahan.. "AAagghh.. yg cepat win.. yg keras.. " pintaku. Gerakannya berubah cepat. Dorongannya pun semakin keras, hingga badanku ikut terdorong. "Ooohh enakk.. teruuss.." kontolnya terasa nikmat. "Enak honeyyyyy..?" . "Iya.. teruss ded.." Aku semakin menggila, kakiku kuangkat dan kulipat mengelilingi pinggangnya. Kujepit lama tatkala Dedy mendorong masuk. "Ohh.." Gerakannya bukan hanya semakin keras tapi juga semakin cepat. Tubuhku juga semakin cepat bergerak mengikuti iramanya. "Aghh.. Sar, memiaw lo enakk.." kali ini bukan hanya eranganku, tapi juga erangannya. "Punyamu juga enak, honeyg.."
Tak disangka, Dedy mencabut kontolnya dan mengubah posisiku ke doggy style. Sleebb.. kontolnya menembus memek gw yang basah kuyub. "Oughh.. ennaakk honeyg.." kuputar-putar pantatku mengimbangi permainannya. "Novih.. gila kamuu.."".. teruuss masukin memek gw. Yang keras ded.." Dedy semakin mengganas, erangannya pun tak kalah ganas.."Agghh.. memek lo novi..enakk.. enak ngentot sama lo honeyg..aghh.." kata-katanya sudah tak beraturan. Badannya terus bergerak. Mendorong kontolnya yg uenakk banget. Dikecupnya punggungku, diremasnya buah dadaku. Semakin membuatku ke puncak kenikmatan.. "Ded.. gw mau keluaar..""Tunggu honeyg.. tahan bentarr.." gerakannya semakin cepat dan semakin liar "Aghh.." erangannya semakin tak karuan. Semakin cepat, semakin liar.. gw semakin tak tahan.. "Ded.. " bersamaan.. jeritanku berpadu dengan jeritan keras Dedy.. "Achh.. gw keluar honeyg.. achh.." kurasakan cairan hangat membasahi memek gw berpadu dengan cairanku. Lemasnya lemasnya..
Tubuh Dedy memeluk erat tubuh gw dan gw menjatuhkan diri ke tempat tidur. gw balikkan badan ku yang masih telanjang bulat tanpa sehelai pakaianpu. Kupeluk erat tubuhnya " terima kasih cinta. sudah memuaskan gw." dedy mengecup kening gw!
"Ternyata lo seperti yg gw bayangkan. Cantik dan liar di tempat tidur. gw suka banget! Kitapun berpelukan, lupa akan janji Kita malam itu, untuk makan malam bersama!hehehe…keenakan ngentot jadi lupa makan ni ceritanya!
selesai ..
Diposting oleh Unknown 1 komentar
Cerita Seks Ngentot Sama Suami Teman
Label:
Cerita Seks selingkuh
Namaku Ratih, asalku dari Surabaya.
![]() |
| Ratih |
Diposting oleh Unknown 1 komentar
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)

.jpg)